Investasi saat ini telah menjadi tren baru bagi generasi muda Indonesia yang melek finansial. Hal tersebut tentu sangat bagus, baik untuk keuangan pribadi jangka panjang maupun pertumbuhan ekonomi nasional. Namun penting bagi Anda untuk memiliki dana darurat sebelum investasi.
Apa itu dana darurat? Sederhananya, dana darurat adalah dana yang Anda simpan secara khusus untuk kondisi yang tidak terduga. Dana darurat ini bisa memastikan kestabilan finansial karena fungsinya sebagai jaring pengaman ketika terjadi pengeluaran tidak terduga. Oleh karena itu, Anda harus tahu bagaimana cara menghitung dana darurat yang ideal dan bagaimana cara menyimpannya.
Baca Juga: Belajar Investasi untuk Pemula: Panduan A-Z, Pilih Emas, dan Beli Emas Antam COD
Apa Itu Dana Darurat?
Seperti yang sudah disinggung di awal mengenai apa itu dana darurat, ini adalah simpanan khusus yang digunakan untuk kondisi tidak terduga. Jadi saat ada keadaan mendesak seperti kehilangan pekerjaan atau biaya medis, Anda tidak akan bingung dalam mencari dana.
Sebab dana darurat bisa digunakan untuk biaya medis tersebut maupun berbagai keperluan lainnya, sehingga tidak harus mengganggu tabungan utama atau investasi jangka panjang yang dimiliki.
Dana Darurat vs Tabungan vs Investasi
Karena dana darurat, tabungan, dan investasi sama-sama penting, Anda perlu tahu mana yang sebaiknya didahulukan. Dalam hal ini, sebenarnya setiap orang punya prioritas keuangan sendiri sesuai dengan kondisi finansial masing-masing.
Namun yang paling ideal adalah mendahulukan dana darurat, baik itu dana darurat vs investasi maupun dana darurat vs tabungan. Adanya dana darurat bisa menjadi pondasi keuangan yang kuat untuk melindungi finansial dari situasi tak terduga.
Baru kemudian Anda bisa lanjutkan dengan investasi untuk tujuan keuangan jangka panjang. Di sisi lain, tabungan dapat berperan sebagai tempat untuk mengumpulkan dana darurat maupun investasi. Tabungan di sini umumnya lebih fleksibel karena tergantung jenis tujuannya.
Cara Menghitung Dana Darurat yang Ideal
Cara menghitung dana darurat yang ideal bergantung pada beberapa faktor seperti status pernikahan, jumlah tanggungan, stabilitas pekerjaan, kondisi kesehatan, hingga gaya hidup masing-masing orang. Tapi secara umum, Anda bisa menggunakan faktor penentu berikut.
Faktor Penentu
1. Single
Bagi Anda yang masih single atau lajang, dana darurat yang ideal bisa dihitung dengan 3x hingga 6x total pengeluaran bulanan. Jadi Anda bisa menjumlahkan semua biaya hidup dalam sebulan seperti makan, transportasi, sewa, dan semua tagihan lainnya, kemudian hasilnya dikalikan dengan rentang 3-6 bulan. Hasil yang diperoleh itu menjadi jumlah dana darurat yang ideal untuk dimiliki.
2. Keluarga
Dana darurat yang ideal dimiliki oleh seseorang berkeluarga tentu berbeda dengan mereka yang masih lajang. Lantas, berapa dana darurat ideal bagi keluarga? Untuk mengetahuinya, Anda bisa menghitung total pengeluaran bulanan dan dikalikan dengan rentang 6-12 bulan.
Untuk pasangan yang belum memiliki anak, bisa 6x pengeluaran. Sementara pasangan yang sudah memiliki anak bisa 9x-12x pengeluaran, yaitu 9x pengeluaran untuk pasangan dengan anak satu dan 12x pengeluaran untuk pasangan dengan anak dua.
3. Wiraswasta
Seperti yang disebutkan sebelumnya, stabilitas pekerjaan juga mempengaruhi cara menghitung dana darurat yang ideal. Untuk wiraswasta, Anda bisa mengalikan total biaya operasional dan pengeluaran bulanan minimal 3 bulan agar dapat memperoleh dana darurat yang ideal.
Itu jika pendapatan relatif stabil, jika pendapatan cenderung fluktuatif, maka siapkan 6 bulan pengeluaran supaya lebih aman. Perhitungan ini tentunya berbeda lagi untuk pekerjaan lain, misalnya bagi buruh harian lepas atau tanpa penghasilan tetap yang disarankan minimal 12 kali pengeluaran bulanan.
Simulasi Perhitungan Berdasarkan Profil
Supaya lebih mudah memahami cara menghitung dana darurat, mari lihat simulasinya. Sebagai contoh ada seseorang yang belum menikah dan bekerja sebagai wiraswasta. Orang tersebut memiliki pengeluaran bulanan sebesar Rp. 3 juta.
Jadi jika berdasarkan profilnya, maka cara menghitung dana darurat adalah 3 x Rp. 3 juta atau 6 x Rp. 3 juta. Yang berarti minimal dana darurat yang harus dimiliki orang ini adalah Rp. 9 juta, dan lebih ideal lagi jika memiliki dana darurat sebesar Rp. 18 juta.
Cara Menyimpan Dana Darurat: Instrumen Likuid & Aman
Cara menyimpan dana darurat disarankan di instrumen yang likuid dan aman. Itu akan memudahkan Anda dalam mengaksesnya dan tidak mengalami kerugian ketika dibutuhkan. Berikut perbandingan tempat penyimpanan yang memiliki likuiditas tinggi.
Perbandingan Tempat Penyimpanan
1. Tabungan
Tabungan dalam bentuk rekening bank bisa jadi tempat penyimpanan dana darurat yang bagus karena menawarkan likuiditas dan akses yang cepat. Saat ada keadaan mendesak, Anda bisa langsung mengambilnya dengan mudah.
Oleh karena itu, rekening bank ini bisa jadi pertimbangan meskipun menawarkan bagi hasil atau imbal hasil yang cenderung rendah. Tapi pastikan bahwa Anda membuka tabungan terpisah untuk dana darurat supaya tidak tercampur dengan dana kebutuhan sehari-hari.
2. Deposito
Selain tabungan rekening bank, instrumen lain untuk dana darurat juga bisa berupa deposito. Ini adalah produk simpanan di bank dengan jangka waktu tertentu, jadi tidak bisa ditarik sewaktu-waktu seperti tabungan biasa.
Deposito tersebut bagus digunakan sebagai dana darurat lantaran menawarkan keamanan yang tinggi. Anda pun bisa menemukan deposito syariah yang dikelola sesuai prinsip-prinsip syariah Islam, dengan keuntungan yang akan dibagikan sesuai dengan kesepakatan nisbah (bagi hasil).
Yang mana keuntungannya seringkali lebih besar dibandingkan dengan tabungan biasa, sehingga ini bisa jadi keunggulan tersendiri. Namun kelemahannya adalah Anda tidak bisa mengambilnya langsung saat dibutuhkan, tapi ada jangka waktu seperti 1, 3, 6, atau 12 bulan. Maka dari itu, lebih baik jika dana darurat tidak sepenuhnya disimpan pada instrumen ini.
3. Emas
Jika Anda bingung antara rekening tabungan atau deposito, emas bisa jadi pilihan instrumen dana darurat. Sebab emas mampu menawarkan likuiditas tinggi seperti rekening tabungan, tapi sekaligus menghadirkan keuntungan yang cukup besar layaknya deposito.
Apakah Emas Bisa Dijadikan Dana Darurat?
Emas sebagai dana darurat menawarkan banyak keuntungan karena sifatnya yang anti-inflasi. Terutama emas fisik (logam mulia), yang dianggap aman karena berfungsi sebagai pelindung nilai. Ketika inflasi meningkat dengan nilai mata uang yang menurun, emas cenderung mempertahankan atau bahkan menaikkan nilainya.
Keunggulan Emas Fisik
1. Anti-Inflasi. Emas fisik seperti logam mulia Antam memiliki nilai stabil, cenderung bertahan atau bahkan meningkat dalam jangka panjang.
2. Aset Universal. Emas diakui secara global dan tidak terikat pada satu negara tertentu, jadi mudah dikonversi menjadi mata uang lokal.
3. Likuiditas Tinggi. Emas bisa dijual kapan saja sesuai kebutuhan, karena tidak ada aturan atau prosedur tertentu yang rumit dalam penjualan emas.
4. Fleksibilitas. Emas sebagai dana darurat memiliki fleksibilitas, karena bisa dimanfaatkan sebagai biaya pendidikan atau kebutuhan lain di masa depan selain untuk kebutuhan mendesak.
Tantangan: Likuiditas dan Solusi Pencairan Cepat
1. Pencairan Emas. Meskipun dikenal sebagai instrumen yang likuid, pencairan emas bisa jadi tantangan tersendiri sebagai dana darurat. Dimana proses ini membutuhkan waktu untuk mencari pembeli dan menyelesaikan transaksi.
2. Keamanan Transaksi. Sebagai aset fisik, transaksi penjualan emas memiliki tantangan risiko keamanan seperti pencurian dan penipuan. Jadi membeli dan menjual emas tidak boleh dilakukan di sembarang tempat.
Baca Juga: Cara Investasi Emas Antam Paling Aman
AntarEmas: Jual Beli Emas Antam COD Solusi Likuiditas Dana Darurat
Menjawab tantangan likuiditas emas sebagai dana darurat, AntarEmas yang menawarkan layanan jual emas Antam secara COD bisa jadi pilihan. Layanan AntarEmas COD dapat mengatasi masalah pencairan emas maupun keamanan transaksi.
Karena selain menjual emas Antam untuk customer, layanan COD emas dari AntarEmas juga siap menerima penjualan Antam Anda. Dan keamanan transaksi bisa dipastikan dengan metode pembayaran secara Cash on Delivery. Dimana pembayaran jual beli emas Antam bisa dilakukan secara tunai dari tangan ke tangan.
Kemudahan Jual Emas Antam Melalui Layanan Jemput AntarEmas
Layanan jual beli emas Antam COD dari AntarEmas bisa menjadi solusi untuk dana darurat. Sebab layanan COD ini memang bukan hanya untuk pembelian saja. Anda juga bisa menjual emas dengan praktis dari rumah.Hanya dengan hubungi customer relationship AntarEmas, maka kurir bisa menjemput emas Antam yang hendak Anda jual. Transaksi tangan ke tangan seperti ini tidak hanya memastikan transaksi aman, tapi juga memastikan transaksi memenuhi prinsip dasar syariah sehingga emas yang diperjual belikan halal.





